sudah dua gerhana tuan.
dalam duabelas purnama yang bimbang.
sendiri menghampiri, beramai menjauhi.
pikir ku benar-benar di ruang langit yang sama.
ku lupa, ternyata di potongan awan yang berbeda.
hujan berbeda, teduh berbeda.
sulit untuk angsa terbang.
akankah angin yang rela memapahnya?
sampai renta bulu-bulu lucut dari sayapnya. (ulya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar