Sabtu, 10 Desember 2011

jika, bukan jika

sudah dua gerhana tuan.
dalam duabelas purnama yang bimbang.
sendiri menghampiri, beramai menjauhi.
pikir ku benar-benar di ruang langit yang sama.
ku lupa, ternyata di potongan awan yang berbeda.
hujan berbeda, teduh berbeda.
sulit untuk angsa terbang.
akankah angin yang rela memapahnya?
sampai renta bulu-bulu lucut dari sayapnya. (ulya)

Senin, 28 November 2011

Bahagia begitu? Aku juga harus

Melihat tawa yang tertangkap dalam lembar beku, sudah menyiratkan bahwa dia sedang dalam keriangan. Lubang hidung yang rekah dan deretan gigi yang cemerlang turut menguatkan hal ini. Dia sudah bahagia sekarang. Bahkan tanpa aku tahu, mungkin dia selalu bahagia.
Semakin kuat aku tahu bahwa tidak harus ada lagi yang dikhawatirkan, tidak harus ada lagi yang ditangguhkan, tidak harus ada lagi yang ditunggu dipersimpangan. Giliran ku untuk menjadi seperti mu.
Aku tahu, lecutan ini adalah baik dari Tuhan. Memberitahuku untuk tidak melakukan seperti yang ku lakukan sekarang. Bahwa aku harus berlari menjemput yang paling baik dari-Nya.
Bahagia, begitu? Aku juga harus.

Rabu, 02 November 2011

Mocca - Butterflies In My Tummy

Lets, cek this out!!

Ditemukan, Awan Air Terbesar di Jagad Raya

Massa air itu sudah berusia 12 miliar tahun dan 140 triliun kali dari semua massa air bumi
SABTU, 23 JULI 2011, 11:37 WIB
oleh: Indra Darmawan
Uap air terbesar di jagad raya (MSNBC)
VIVAnews - Para ilmuwan baru-baru ini berhasil menemukan massa air raksasa terbesar dan tertua di jagad raya.
Massa air berbentuk awan itu, berusia 12 miliar tahun dan diperkirakan mengandung massa air  yang besarnya 140 triliun kali lipat dari seluruh massa air yang ada di bumi. 
Awan uap air itu dikelilingi oleh sebuah lubang hitam supermasif yang dikenal dengan quasar, berada di lokasi yang berjarak sekitar 12 miliar tahun cahaya dari Bumi.
Seperti dikutip stasiun berita MSNBC, para ilmuwan mengatakan bahwa temuan ini membuktikan bahwa air telah ada sejak awal keberadaan jagad raya 
"Karena cahaya yang kita lihat meninggalkan kuasar itu lebih dari 12 tahun cahaya, kita melihat kehadiran air hanya sekitar 1,6 milar setelah awal dari jagad raya," ujar Alberto Bolatto, salah seorang peneliti dari University of Maryland lewat sebuah pernyataan.
"Penemuan ini menandai keberadaan air semiliar tahun lebih dekat dengan peristiwa dentuman besar," kata Bolatto.
Quasar adalah obyek bercahaya dan paling energetik di alam raya. Kuasar ditenagai oleh lubang hitam besar yang menghisap gas-gas dan debu di sekitarnya lalu memuntahkan energi dalam jumlah ebsar. 
Para tim astronom berhasil mendeteksi dan mengkonfirmasi keberadaan awan air itu di sekeliling quasar, melalui dua teleskop berbeda, satu di Hawaii dan satu lagi di California. 
Peneliti memperkirakan, bahwa uap air itu terbentuk di awal kemunculan alam raya. Jadi, penemuan awan tua ini tida terlalu mengagetkan mereka. "Ini adalah bukti selanjutnya di mana air  meresap ke seluruh alam semesta, bahkan di saat-saat yang sangat awal," ujar pemimpin penulis riset, Matt Bradford, dari Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California.
Berwujud Es
Quasar APM 08279+5255  mengandung uap air yang besarnya 4.000 kali lebih besar daripada galaksi Bima Sakti, kata para peneliti. Hal ini mungkin dikarenakan banyak air di galaksi Bima Sakti yang berwujud es, bukan uap.
Uap air di quasar didistribusikan ke sekitar lubang hitam masif di wilayah yang panjangnya mencakup ratusan tahun cahaya. Awan tersebut memiliki suhu minus 63 derajat Fahrenheit (-17,2 derajat celsius), namun, atmosfer bumi memiliki kepadatan yang 300 triliun kali lebih padat daripada awan tersebut.
Setidaknya, awan itu lima kali lebih panas, dan 10 sampai 100 kali lebih padat daripada apa yang biasa dijumpai di galaksi-galaksi, termasuk Bima Sakti, kata para peneliti. Awan air itu juga mengungkap info penting lain tentang quasar. 
Pengukuran uap air dan molekul-molekul lain seperti karbon monoksida, mengungkap kemungkinan bahwa terdapat jumlah gas yang cukup bagi lubang hitam untuk berkembang hingga sekitar enam kali dari ukuran sebelumnya. Temuan ini akan segera dipublikasikan pada Astrophysical Journal Letters. (ren)

• VIVAnews

Minggu, 28 Agustus 2011

Untuk Ilalangku

Dunia, padang ilalang ku sedang kekeringan saat ini. Tubuhnya sedikit ringkih karena kekasihnya gerimis tak kunjung datang saat senja. Mengetahui hal itu aku ingiiin sekali menjadi pawang hujan, agar bisa menghadirkan sang kecintaan hati untuk menguatkan akarnya kembali.

 



Seperti dandelion, ilalang adalah rumput liar. Tapi sandangan nama besar itulah yang membuatnya dapat bertahan. Mendominasi dunia ini dengan bangsa kami. Berusaha senantiasa tumbuh ditempat yang diinginkan. Di tempat dimana tebing-tebing akan tetap tegar di tempatnya saat angin atau ombak meliuk diantara mereka.

Untuk ilalangku, yang besar hatinya yang bersahaja dalam penantiannya, lekas sembuh.

_ulya_

Senin, 31 Januari 2011

in December..

Dunia, sesungguhnya sepuhan yang mudah hilang ini bukan artinya tidak berarti.
Hanya saja tak berani membuatnya berlama-lama mendekam dalam kenyataan, hingga seluruh dunia tau.
Hampir selalu merasakan sapuan jingga, meskipun hanya mengulum dalam kesemuan saja.
Jika ayam bisa mendengar yang tak terdengar, mereka pastilah sudah tertawa.
Karena ternyata, yang diingat enggan mengingat.
Sungguh berterimasih pada angin Desember.
Karena akhirnya, tanah kering yang menanti hujan turun telah menemukan segar wanginnya.